Senin, 16 November 2015

Analisis Kebijakan Pemerintahan saat ini di Bidang Ekonomi


Menganalisis Kebijakan Pemerintahan Saat ini dalam Bidang Ekonomi

AssalamualaikumWr.Wb

Pengertian kebijakan pemerintah pada prinsipnya dibuat atas dasar kebijakan yang bersifat luas. Menurut Werf (1997) yang dimaksud dengan kebijakan adalah usaha mencapai tujuan tertentu dengan sasaran tertentu dan dalam urutan tertentu. Sedangkan kebijakan pemerintah mempunyai pengertian baku yaitu suatu keputusan yang dibuat secara sistematik oleh pemerintah dengan maksud dan tujuan tertentu yang menyangkut kepentingan umum

       Kita tahu saat ini Indonesia dipimpin oleh seorang presiden dan wakil presiden yitu Bapak Joko Widodo atau yang sering kita panggil dengan sebutan JOKOWI dan wakil presiden kita Bapak Jusuf Kalla (JK). Pada saat awal pemerintahannya beliau membuat beberapa kebijakan salah satunya dibidang ekonomi. Hingga saat ini kebijakan dibidang ekonomi sudah ada 6 kebijakan. Walaupun kebijakan yang keenam belum rampung. Tapi kebijakan ini sudah menuai banyak protes di kalangan masyarakat. Karna masyarakat masih belum puas pada pemerintahan saat.
Salah satu Lembaga Survei yang ada di indonesia telah melakukan Survei kepada responden sebanyak 1.183 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Dari survei tersebut publik mengatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi dalam bidang ekonomi. Saat ditanya mengenai kinerja pemerintah di bidang ekonomi, sebanyak 69,1 persen menyatakan tidak puas. Hanya 30 persen publik yang puas dengan kinerja di bidang ekonomi. Pelemahan ekonomi yang terjadi dalam satu tahun pemerintahan, ditengarai sebagai penyebabnya apalagi dengan nilai tukar rupiah yang menurun dan perekonomian yang tidak kunjung membaik, hal ini memicu ketidakpuasan masyarakat akan kinerja pemerintahan saat ini. Karna dampak dari pelemahan ekonomi ini sangat besar dan langsung berimbas pada masyarakat terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah.
Saat ini pemerintah sedang menyiapkan kebijakan yang keenam atau yang mereka sebut dengan kebijakan jilid VI. Apakah kebijakan ini akan memperbaiki pelemahan ekonomi dan nilai tukar rupiah kita saat ini? Kita tunggu saja, karna kebijakan Jilid VI yang belum rampung ini dibuat untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia saat ini. Kebijakan terbaru pemerintah ini, meliputi 3 paket:
1.     Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi dan debirokrasi. “Ada 89 peraturan yang diubah dari 154,” kata Jokowi. “Sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi, bisa memperkuat, dan memangkas peraturan yang tidak relevan, atau menghambat industri nasional.”
2.     Mempercepat proyek strategis nasional, termasuk penyediaan lahan dan penyederhanaan izin, serta pembangunan infrastruktur.
3.     Meningkatkan investasi di bidang properti dengan mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan kebijakan ini akan membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor properti.
Ketiga paket tersebut menurut Jokowi akan memperkuat industri nasional, Jokowi juga mengatakan “Akan mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, akan memperlancar perdagangan antar daerah, akan membuat pariwisata semakin bergairah, akan menyejahterakan nelayan”. Selain memperkuat rupiah, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan “paket kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menambah pasokan devisa, menjaga ekonomi secara makro‎, menyediakan lapangan kerja, serta memperbaiki daya beli masyarakat yang lemah”.

Kesimpulan
    Kebijakan yang dibuat pemerintah yang dalam bidang ekonomi sejakawal pemerintahan presiden ke tujuh ini sudah banyak mengeluarkan banyak kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dan paket kebijakan yang sedang dirampungkan ini dibuat karna melemahnya perekonomian di Indonesia dan melemahnya tukar rupiah saat ini. Tetapi menurut Analisis saya dari kelima kebijakan yang sudah dibuat dan keenam yang sedang dirampungkan ini, masih belum ada bukti karna kesejahteraan masyarakat di Indonesia masih tidak ada perubahan malah yang terlihat saat ini masyarakat menderita karna harga bahan sembako semakin melonjak. karna yang kita tahu masyarakat kita banyak dari kalangan menengah kebawah. Ditambah lagi dengan pelemahan ekonomi saat ini yang terjadi menambah tingkat pengangguran di Indonesia karna banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja. Seharusnya kita mengurangi pengangguran bukannya malah menambah pengangguran yang ada. Kebijakan terbaru ini dibuat salah satunya untuk meningkatkan investasi di bidang properti dengan mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tapi pada faktanya seperti di Jakarta, rusun untuk tempat tinggal masyarakat menengah kebawah. Malah digunakan untuk masyarakat menengah keatas. Hal inilah yang harusnya disorot oleh pemerintah, agar tidak ada oknum nakal dan kebijakan iu terealisasi. Salah satu dari kebijakan terbaru ini akan mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, akan memperlancar perdagangan antar daerah, akan membuat pariwisata semakin bergairah, akan menyejahterakan nelayan. Kita mulai dari usaha mikro kecil dan menengah. Saat ini banyak masyarakat kita yang mulai membuat usaha kecil, khususnya anak muda. Banyak dari mereka membuat brand brand baju, sepatuhingga makanan. Tetapi tidak banyak masyarakat kita menggunakan produk lokal walaupun produk lokal kualitasnya juga tidak kalah baiknya dengan produk luar tetapi masih saja kalah dengan produk luar. Pemerintah belum sepenuhnya mendukung usaha kecil, belum ada tindakan untuk mendukung usaha kecil agar terus berkembang dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal. Selanjutnya membuat pariwisata semakin bergairah, di Indonesia banyak sekali pariwisata yang ada keidahan alam yang sangat mempesona terbentang dari sabang sampai merauke tetapi, akankah kebijakan ini terlaksana ingin membuat pariwisata semakin bergairah? Menurut saya tidak karena pemerintah sering membuat pernyataan inginmengembangkan pariwisata yang ada pada kenyataannya pariwisata kita terlantar begitu saja, pemerintah tidak mengelola pariwisata kita, swastalah yang banyak mengelola pariwisatakita.Kalau pariwisata pemerintah kelola dengan baik akan membantu negara dalam pendapatan negara, karena pada tiap tahunnya wsatawan luar maupun domestik meningkat. Bahkan ada beberapa tempat dikelola oleh investor asing, jika sepertiini apakah bisa membuat pariwisara kita semakin bergairah? Selanjutnya kebijakan tersebut akan mensejahterakan nelayan, apakah pemerintah bisa mensejahterakan nelayan? Sedangkan yang kita tau tidak pernah mengeluarkan bantuan. Dan yang saya takutkan ini akan seperti petani, kemarin ada kebijakan untuk mensejahterakan petani tetapi buktinya bantuan untk petani ditarik lagi oleh pemerintah, dan negara masih mengimpor beras. Itu tidak mensejahterakan petani. Apakah nelayan akan bernasib sama seperti petani? Ada kebijakan untuk mensejahterakan mereka para nelayan tetapi kenyataannya tidak terealisasi dengan baik. Semoga kebijakan kebijakan diatas bisa terwujud dengan baik dan perekonomian kita semakin membaik dengan berjalannya waktu dan berjalannnya kebijakan yang yelah dibuat. Dan nilai tukar ruupiah stabil, masyarakat menginginkan hidup yang lebih sejahtera. Walaupun kita sebagai masyarakat belum puas dengan kinerja pemerintahan saat ini tetapi masyarakat masih menunggu bukti bukti dari kinerja pemerintahan empat tahun kedepan. Masyarakat berharap pemerintah dapat memperbaiki kinerja dan kebijakan kebijakan yang telah dibuat dapat menjadikan negara ini makmur dan masyarakat yang sejahtera.
Jadi seharusnya pemerintahan tidak hanya membuat kebijakan saja secara tertulis tetapi faktanya dilapangan kebijakan itu tidak benar benar terlaksana. Seharusnya pemerintah meninjau langsung di lapangan apakah kebijakan ekonomi yang telah dibuat itu benar benar terwujud, agar dampaknya dapat diterimalangsung oleh masyarakat dan perekonomian kita kembali stabil.

Maaf apabila ada kesalahan kata kata atau ada kata kata yang menyinggung pihak tertentu saya mohon maaf, karna saya membuat blog ini untuk memenuhi tugas Analisis Kebijakan Pemerintah mata kuliah Kebijakan Pemerintah dan ingin menganalisis kebijakan pemerintah yang sudah ada agar lebih baik lagi dan tidak hanya tertulis tapi benar benar dilaksanakan dengan baik agar tujuan pemeritah untuk mensejahterakan masyarakat dapat terwujud dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Kritik dan Saran akan saya terima untuk acuan saya dalam menulis yag lebih baik lagi. Terima kasih telah membaca artikel saya


Minggu, 15 November 2015

Analisis Kebijakan Pemerintah saat ini dalam Bidang Ekonomi

Menganalisis Kebijakan Pemerintahan Saat ini dalam Bidang Ekonomi

AssalamualaikumWr.Wb

Pengertian kebijakan pemerintah pada prinsipnya dibuat atas dasar kebijakan yang bersifat luas. Menurut Werf (1997) yang dimaksud dengan kebijakan adalah usaha mencapai tujuan tertentu dengan sasaran tertentu dan dalam urutan tertentu. Sedangkan kebijakan pemerintah mempunyai pengertian baku yaitu suatu keputusan yang dibuat secara sistematik oleh pemerintah dengan maksud dan tujuan tertentu yang menyangkut kepentingan umum

      
Kita tahu saat ini Indonesia dipimpin oleh seorang presiden dan wakil presiden yitu Bapak Joko Widodo atau yang sering kita panggil dengan sebutan JOKOWI dan wakil presiden kita Bapak Jusuf Kalla (JK). Pada saat awal pemerintahannya beliau membuat beberapa kebijakan salah satunya dibidang ekonomi. Hingga saat ini kebijakan dibidang ekonomi sudah ada 6 kebijakan. Walaupun kebijakan yang keenam belum rampung. Tapi kebijakan ini sudah menuai banyak protes di kalangan masyarakat. Karna masyarakat masih belum puas pada pemerintahan saat.
Salah satu Lembaga Survei yang ada di indonesia telah melakukan Survei kepada responden sebanyak 1.183 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia. Dari survei tersebut publik mengatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi dalam bidang ekonomi. Saat ditanya mengenai kinerja pemerintah di bidang ekonomi, sebanyak 69,1 persen menyatakan tidak puas. Hanya 30 persen publik yang puas dengan kinerja di bidang ekonomi. Pelemahan ekonomi yang terjadi dalam satu tahun pemerintahan, ditengarai sebagai penyebabnya apalagi dengan nilai tukar rupiah yang menurun dan perekonomian yang tidak kunjung membaik, hal ini memicu ketidakpuasan masyarakat akan kinerja pemerintahan saat ini. Karna dampak dari pelemahan ekonomi ini sangat besar dan langsung berimbas pada masyarakat terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah.
Saat ini pemerintah sedang menyiapkan kebijakan yang keenam atau yang mereka sebut dengan kebijakan jilid VI. Apakah kebijakan ini akan memperbaiki pelemahan ekonomi dan nilai tukar rupiah kita saat ini? Kita tunggu saja, karna kebijakan Jilid VI yang belum rampung ini dibuat untuk menstabilkan perekonomian di Indonesia saat ini. Kebijakan terbaru pemerintah ini, meliputi 3 paket:
1.     Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi dan debirokrasi. “Ada 89 peraturan yang diubah dari 154,” kata Jokowi. “Sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi, bisa memperkuat, dan memangkas peraturan yang tidak relevan, atau menghambat industri nasional.”
2.     Mempercepat proyek strategis nasional, termasuk penyediaan lahan dan penyederhanaan izin, serta pembangunan infrastruktur.
3.     Meningkatkan investasi di bidang properti dengan mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan kebijakan ini akan membuka peluang investasi yang lebih besar di sektor properti.
Ketiga paket tersebut menurut Jokowi akan memperkuat industri nasional, Jokowi juga mengatakan “Akan mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, akan memperlancar perdagangan antar daerah, akan membuat pariwisata semakin bergairah, akan menyejahterakan nelayan”. Selain memperkuat rupiah, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan “paket kebijakan tersebut dikeluarkan untuk menambah pasokan devisa, menjaga ekonomi secara makro‎, menyediakan lapangan kerja, serta memperbaiki daya beli masyarakat yang lemah”.

Kesimpulan
    Kebijakan yang dibuat pemerintah yang dalam bidang ekonomi sejakawal pemerintahan presiden ke tujuh ini sudah banyak mengeluarkan banyak kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dan paket kebijakan yang sedang dirampungkan ini dibuat karna melemahnya perekonomian di Indonesia dan melemahnya tukar rupiah saat ini. Tetapi menurut Analisis saya dari kelima kebijakan yang sudah dibuat dan keenam yang sedang dirampungkan ini, masih belum ada bukti karna kesejahteraan masyarakat di Indonesia masih tidak ada perubahan malah yang terlihat saat ini masyarakat menderita karna harga bahan sembako semakin melonjak. karna yang kita tahu masyarakat kita banyak dari kalangan menengah kebawah. Ditambah lagi dengan pelemahan ekonomi saat ini yang terjadi menambah tingkat pengangguran di Indonesia karna banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja. Seharusnya kita mengurangi pengangguran bukannya malah menambah pengangguran yang ada. Kebijakan terbaru ini dibuat salah satunya untuk meningkatkan investasi di bidang properti dengan mendorong pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tapi pada faktanya seperti di Jakarta, rusun untuk tempat tinggal masyarakat menengah kebawah. Malah digunakan untuk masyarakat menengah keatas. Hal inilah yang harusnya disorot oleh pemerintah, agar tidak ada oknum nakal dan kebijakan iu terealisasi. Salah satu dari kebijakan terbaru ini akan mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, akan memperlancar perdagangan antar daerah, akan membuat pariwisata semakin bergairah, akan menyejahterakan nelayan. Kita mulai dari usaha mikro kecil dan menengah. Saat ini banyak masyarakat kita yang mulai membuat usaha kecil, khususnya anak muda. Banyak dari mereka membuat brand brand baju, sepatuhingga makanan. Tetapi tidak banyak masyarakat kita menggunakan produk lokal walaupun produk lokal kualitasnya juga tidak kalah baiknya dengan produk luar tetapi masih saja kalah dengan produk luar. Pemerintah belum sepenuhnya mendukung usaha kecil, belum ada tindakan untuk mendukung usaha kecil agar terus berkembang dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal. Selanjutnya membuat pariwisata semakin bergairah, di Indonesia banyak sekali pariwisata yang ada keidahan alam yang sangat mempesona terbentang dari sabang sampai merauke tetapi, akankah kebijakan ini terlaksana ingin membuat pariwisata semakin bergairah? Menurut saya tidak karena pemerintah sering membuat pernyataan inginmengembangkan pariwisata yang ada pada kenyataannya pariwisata kita terlantar begitu saja, pemerintah tidak mengelola pariwisata kita, swastalah yang banyak mengelola pariwisatakita.Kalau pariwisata pemerintah kelola dengan baik akan membantu negara dalam pendapatan negara, karena pada tiap tahunnya wsatawan luar maupun domestik meningkat. Bahkan ada beberapa tempat dikelola oleh investor asing, jika sepertiini apakah bisa membuat pariwisara kita semakin bergairah? Selanjutnya kebijakan tersebut akan mensejahterakan nelayan, apakah pemerintah bisa mensejahterakan nelayan? Sedangkan yang kita tau tidak pernah mengeluarkan bantuan. Dan yang saya takutkan ini akan seperti petani, kemarin ada kebijakan untuk mensejahterakan petani tetapi buktinya bantuan untk petani ditarik lagi oleh pemerintah, dan negara masih mengimpor beras. Itu tidak mensejahterakan petani. Apakah nelayan akan bernasib sama seperti petani? Ada kebijakan untuk mensejahterakan mereka para nelayan tetapi kenyataannya tidak terealisasi dengan baik. Semoga kebijakan kebijakan diatas bisa terwujud dengan baik dan perekonomian kita semakin membaik dengan berjalannya waktu dan berjalannnya kebijakan yang yelah dibuat. Dan nilai tukar ruupiah stabil, masyarakat menginginkan hidup yang lebih sejahtera. Walaupun kita sebagai masyarakat belum puas dengan kinerja pemerintahan saat ini tetapi masyarakat masih menunggu bukti bukti dari kinerja pemerintahan empat tahun kedepan. Masyarakat berharap pemerintah dapat memperbaiki kinerja dan kebijakan kebijakan yang telah dibuat dapat menjadikan negara ini makmur dan masyarakat yang sejahtera.
Jadi seharusnya pemerintahan tidak hanya membuat kebijakan saja secara tertulis tetapi faktanya dilapangan kebijakan itu tidak benar benar terlaksana. Seharusnya pemerintah meninjau langsung di lapangan apakah kebijakan ekonomi yang telah dibuat itu benar benar terwujud, agar dampaknya dapat diterimalangsung oleh masyarakat dan perekonomian kita kembali stabil.

Maaf apabila ada kesalahan kata kata atau ada kata kata yang menyinggung pihak tertentu saya mohon maaf, karna saya membuat blog ini untuk memenuhi tugas Analisis Kebijakan Pemerintah mata kuliah Kebijakan Pemerintah dan ingin menganalisis kebijakan pemerintah yang sudah ada agar lebih baik lagi dan tidak hanya tertulis tapi benar benar dilaksanakan dengan baik agar tujuan pemeritah untuk mensejahterakan masyarakat dapat terwujud dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Kritik dan Saran akan saya terima untuk acuan saya dalam menulis yag lebih baik lagi. Terima kasih telah membaca artikel saya